
Belajar bersama Pemuda-pemuda desa, orang tua desa dan para tokoh masyarakat desa menambah pemahaman baru bagi saya soal kemanusiaan, kejujuran, peduli sesama, rela berkorban, menjadi manusia yang bermartabad dan bermanfaat bagi banyak orang. Yang sebelumnya hal tersebut saya tidak dapatkan dalam Pendidikan Formal (Kampus).
Seminggu disini terasa sangat berarti, kalau di Kampus kami diajarkan hanya menjadi manusia yang bermanfaat untuk diri sendiri, dalam hal ini diajarkan untuk cepat – cepat lulus dengan nilai yang bagus dan setelah itu mencari pekerjaan untuk memberkaya diri sendiri. Tetapi jika di Desa bersama masyarakat Desa, kita bisa belajar bersama tanpa ada guru dan murid karena kita semua adalah subjek dalam ruang belajar. Baik belajar akan pemahaman Organisasi maupun soal perilaku kehidupan terhadap lingkungan sosial.
Sebab bagi saya, Pendidikan sejati ialah kita hidup bersama dengan masyarakat yaitu belajar bersama, bekerja bersama dan menjadi pelaku perubahan bersama atas persoalan sosial yang mereka hadapi selama ini. Mungkin banyak orang (Kaum Intelektual) diluar sana menganggap hidup berlebur bersama warga/rakyat bukan lah hal yang penting baginya, tapi bagi anak muda yang paham tentang kemanusiaan dan kemerdekaan, kemudian telah belajar di Sekolah, akan sangat berharga baginya meluangkan waktu, pikiran dan tenaganya hidup bersama Masyarakat Desa dan menjadi murid yang setia bagi mereka.
Bagitupun dengan perkataan bapak Republik Indonesia (Tan Malaka) bahwa janganlah segan belajar dan membaca, sebab pengetahuan itu senjata kaum Modal (Kapitalisme) dalam menindas kamu, dengan pengetahuan itulah kelak kamu bisa merebut hakmu dan hak rakyat. Jadi belajar tidak hanya di Sekolah atau Universitas tapi dimana pun kamu berada jadikan lah tempat belajar bagi mu, sebab sejatinya alam raya adalah sekolah/pendidikan yang Ilmiah bagimu dan semua orang adalah guru bagimu.
” Senyumlah dalam setiap senja yang kamu lewati, niscaya matahari akan menjadi saksi dalam setiap perjalanan panjang perjuangan mu”
Oleh : S. O
Indramayu, 20 Maret 2020