Bulan Ramadhan adalah salah satu bulan suci dalam kalender Islam. Dalam hadist riwayat Bukhari, Nabi Muhammad bersabda amalan ibadah yang dilaksanakan di bulan Ramadhan akan dilipat gandakan. Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipat gandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat”.
Allah Ta’ala berfirman, yang artinya : “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untukku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Karena dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karenaku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan, yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum disisi Allah SWT daripada bau minyak kasturi”.
Sejarah bulan suci Ramadhan berangkat dari kondisi material yang objektif, dimana terdapat peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah peradaban. Dikutip dari History Extra, Ramadhan memiliki arti “panas yang menyengkat” atau menggambarkan musim yang berlangsung pada bulan itu sangat panas. Ramadhan pun dimasukkan menjadi nama bulan dalam Kalender Arab sebelum agama Islam datang. Menurut hadis, semua kitab suci diturunkan selama bulan Ramadhan. Suhuf Ibrahim, Taurat, Mazmur, Injil, dan Al-Qur’an masing-masing diturunkan pada tanggal 1, 6, 12, 13 dan 24 Ramadhan. Al-Qur’an pertama kali diwahyukan kepada Muhammad pada malam Lailatulqadar yang merupakan salah satu dari lima malam dalam sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.
Dalam Al-Qur’an menyatakan, bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda “antara yang benar dan yang batil”. Karena itu, barang siapa diantara kamu mendapati bulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan “dia tidak berpuasa”, maka “wajib menggantinya”, sebanyak hari yang ditinggalkannya, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuknya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur. [Qur’an Al-Baqarah:185].
Dalam kalender Islam, Ramadhan menjadi bulan ke-9 setelah bulan Syaban. Puasa menjadi salah satu ibadah wajib umat Islam saat memasuki bulan Ramadhan. Bentuk bulan suci Ramadhan adalah menahan hawa nafsu, menahan lapar dan haus yang dapat membatalkan puasa. Ternyata praktik puasa telah dilaksanakan sebelum agama Islam datang. Allah SWT dalam Al-Qur’an berfirman, yang artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa”. [Qur’an Al-Baqarah 2: 183].
Sementara itu, Nabi Muhammad menerima wahyu dari Allah SWT selama 23 tahun lamanya. Perintah beribadah puasa di bulan Ramadhan selama satu bulan penuh baru diterima Rasulullah di setengah dari periode itu. Rasulullah bersama umat Muslim pun melaksanakan ibadah puasa setelah hijrah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Pelaksanaan puasa Ramadhan dilakukan dengan sahur atau bangun dan makan sebelum azan Subuh, serta berbuka puasa setelah matahari terbenam atau setelah azan Maghrib.
Dalam prespektif kelas, bulan puasa (Ramadhan) menjadi satu upaya melatih kesabaran dan membangun kesetaraan antar sesama manusia “khususnya umat muslim”. Sebab, sesungguhnya manusia sama dihadapan sang pencipta, hanya karena keserakahan duniawi manusia saling menindas, saling membunuh, saling membodohi dan lain sebagainya. Maka di bulan ini “bulan suci Ramadhan” manusia dituntut untuk setara, tidak ada perbedaan kelas antara masyarakat. Sehingga semua orang sama, baik yang miskin maupun yang kaya, borjuasi maupun proletariat, pejabat maupun rakyat biasa, semua harus melakukan hal yang sama dan tidak ada perbedaan (harus sabar, menahan nafsu, menahan lapar, menahan haus, tidak saling membenci, saling memberi, saling menghargai, saling memaafkan dll). Jika kita dalami secara ilmiah, maka kita akan menyimpulkan bahwa bulan suci Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kesetaraan dan perjuangan.
Tidak hanya sampai disitu (makna bulan suci Ramadhan), tapi agama sejatinya adalah alat pembebasan dan perjuangan kelas. Salah satu tokoh intelektual revolusioner revolusi Iran “Ali Syariati”, mengatakan “Islam bukanlah agama yang hanya memperhatikan aspek spiritual dan moral atau hubungan manusia dengan Tuhannya, tetapi lebih merupakan sebuah ideologi emansipasi dan pembebasan”. Artinya seorang muslim sejati harus menjadi pelopor pembebasan umat manusia dari belenggu penindasan. Begitupun dengan seorang filsuf ternama Jerman “Kalr Marx”, ia juga mengatakan “Agama hanya matahari ilusi yang berputar di sekitar manusia selama dia tidak berputar di sekitar dirinya”. Artinya agama akan menjadi candu (alat pembodohan) selama agama tidak ditempatkan sebagaimana mestinya (alat pembebasan).
” Semoga bulan suci Ramadhan tahun ini, kita semua diberi kesehatan, kesempatan serta persatuan dalam melawan segala bentuk sistem yang menindas (kapitalisme) yang selama ini membuat manusia teralienasi dari kehidupan sosialnya “.
Oleh : S. O**
